Perangkat Jaringan Komputer
Perangkat jaringan komputer - adalah perangkat yang
digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih komputer sehingga dapat saling
berbagi data.Perangkat jaringan sangat dibutuhkan mengingat hal ini adalah tool
pokok yang harus ada dalam sebuah jaringan komputer.
1. HUB
Hub atau yang lebih dikenal dengan istilah network hub
adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan komputer yang satu
dengan komputer lainnya asalkan masih dalam lingkup jaringan yang sama. Artinya
komputer atau perangkat yang terhubung melalui hub ini dapat saling bertukar
informasi antara satu sama lain.
Umumnya, perangkat hub memiliki banyak port ethernet
yang tentunya berfungsi untuk menghubungkan suatu perangkat ke perangkat lain.
Terhubungnya perangkat dengan port hub, maka artinya semua perangkat akan
disambungkan pada jaringan LAN. Setelah itu barulah setiap perangkat bisa
melakukan pertukaran data satu sama lain dengan sangat mudah.
Ø Fungsi HUB
Fungsi utama dari HUB yaitu sebagai perangkat keras
penerima sinyal dari suatu komputer, dan sebagai titik pusat yang menghubungkan
semua komputer ke dalam jaringan. Fungsi lainnya dari HUB antara lain:
1) Sebagai penyambung dan konsentrator
2) Sebagai media penguat sinyal kabel UTP
3) Sebagai media yang memfasilitasi penambahan
penghilangan ataupun penambahan workstation
4) Sebagai penambah jarak network
5) Menyediakan dan memfasilitasi fleksibilitas dengan
mensuport interface yang berbeda
6) Menawarkan feature-feature yang fault tolerance
7) Memberikan management yang tersentralisasi
Secara umum,
hub dibedakan menjadi 3 jenis, antara lain;
1) Passive hub, adalah hub yang mempunyai kemampuan untuk
menerima dan mengirimkan data dari satu perangkat ke perangkat lain yang
terhubung dengan hub
2) Active hub, adalah hub yang menerima data dari
perangkat yang terhubung dengan hub ini. Lalu kemudian mampu untuk memperkuat
keamanan data sebelum dikirimkan ke perangkat lain yang terhubung pada hub
tersebut
3) Intelligent hub, yakni adalah hub yang dilengkapi
dengan fungsi-fungsi tambahan yang berguna, sehingga dengan itu dapat melakukan
pengaturan dan pemeriksaan terhadap arus pergerakan data yang terjadi pada hub
tersebut
Ø Ciri-ciri HUB
1) Terdiri dari 8,12 atau 24 port RJ-45.
2) Digunkan pada topologi star.
Ø Kelebihan HUB
1) HUB tergolong dalam Layer 1 dalam OSI model (physycal
layer)
2) HUB memiliki banyak port
3) Pengguna HUB dapat melakukan sharing pada jaringan
yang sama
Ø Kekurangan HUB
1) HUB tidak mampu membaca paket-paket data
2) HUB tidak dapat mengetahui sumber dan tujuan data
3) Kecepatan komunikasi harus dibagi dengan komputer
lainnya yang melakukan sharing
Ø Cara kerja HUB
Hub sebenarnya bekerja dengan menerima data dari
perangkat yang terhubung, dan dapat mengirimkannya ke perangkat lain yang juga
terhubung dengan port hub bersangkutan. Namun sayangnya, Hub tidak dilengkapi
dengan fitur pemilihan pengiriman, sehingga perangkat ini tidak bisa mengetahui
tujuan pengiriman data. Oleh sebab itu, hub akan mengirimkan data secara otomatis
ke semua perangkat yang terhubung dengan hub.
Tidak dapat memilih tujuan pengiriman data rupanya
membuat Hub dirasa tidak begitu efisien jikalau digunakan untuk mengirimkan
data secara pribadi. Hal ini dikarenakan hub sendiri secara otomatis akan mengirimkan
data ke semua port secara bersamaan, sehingga artinya akan membuat penggunaan
bandwidth jaringan meningkat. Maka tidak heran apabila ketika menggunakan hub
kerap kali koneksi komputer akan menjadi lambat.
2. Switch
Switch adalah pengalih jaringan atau sebuah alat yang
menjalankan penghubung tidak terlihat penghubung penyekat (segmentation) dari
banyak jaringan dengan mengalihkan dengan melihat alamat MAC. Switch pada
jaringan dapat dipakai untuk menghubungkan komputer atau penghala pada sebuah
area yang terbatas, Switch juga bekerja di lapisan data terhubung (data link).
Cara kerja Switchmirip pada jembatan (bridge), namun Switch mempunyai beberapa
port menjadikan sering disebut dengna multi port bridge (jembatan pancaporta).
Ø Fungsi Switch
Fungsi Switch adalah untuk manajemen lalu lintas yang ada di sebuah
jaringan komputer, Switch mempunyai tugas mentransfer suatu paket data untuk
sampai ke tujuan dengan perangkat yang tepat. Switch ini juga juga mempunyai
fungsi mencari jalur yang sangat baik dan optimal serta memastikan pengiriman
paket data yang efisien tujuannya.
Ø Ciri-ciri Switch
1) Bentuk fisik lebih kecil daripada router.
2) Harga dan perawatan lebih rendah daripada router.
3) Memiliki fitur yang bertugas membagi jalur jaringan
saja.
4) Menggunakan topologi star dalam membagi jaringannya.
5) Area dari sebuah jaringan yang menggunakan switch
biasanya berada dalam radius lokal saja, seperti ruangan ataupun kantor.
6) Pada proses transmisi data, switch hanya membutuhkan
informasi dari server, dan akan langsung
meneruskannya ke komputer-komputer client dengan menggunakan line yang ada.
Ø Kelebihan Switch
1) Switch mampu memeriksa dan menganalisa setiap paket
data yang telah diterima diterima sebelum meneruskan ke alamat tujuan.
2) Switch mampu menentukan alamat tujuan dan sumber paket
data yang telah melaluinya.
3) Switch mampu untuk mem-forward setiap paket data
dengan tepat dan cepat.
Ø Kekurangan Switch
1) Harga sedikit lebih mahal daripada HUB dikarenakan
switch adalah perkembangan dari HUB.
2) HUB hanya memiliki satu collision control untuk semua
port yang memungkinkan dapat terjadinya bentrok/tabrakan data karena transmisi
data hanya dikontrol oleh satu collision.
3) Hanya dapat menggunakan kabel straight, jadi bila
ingin menggunakan kabel cross yang sudah ada harus diubah menjadi kable
straight terlebih dahulu.
4) Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memeriksa
suatu paket.
Ø Cara kerja Switch
Didalam cara kerja switch terdapat 2 arsitektur dasar
yang digunakan yaitu :
1) Switch Cut Through
Cara kerja jenis ini switch hanya memperhatikan alamat
tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.
2) Switch Store and Forward
Cara kerja jenis ini berkebalikan dengan Switch Cut
Through, yang mana switch jenis ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket
sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa suatu paket memerlukan
waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada
paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.
3. Bridge
Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan
jaringan komputer LAN (Local arean Network) dengan jaringan LAN yang lain.
Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda (misalnya
seperti Ethernet & Fast Ethernet), ataupun tipe jaringan yang serupa atau
sama.
Ø Fungsi Bridge
1) Bridge dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan
komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih
besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
2) Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan
komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.
3) Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada
jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering dinamakan dengan istilah
“Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat men-copy frame data yaitu dari suatu
jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih terhubung. Dan masih
banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.
Ø Kelebihan Bridge
1) Dapat menghubungkan tipe jaringan yang berbeda seperti
Ethernet dan Fast Ethernet atau tipe jaringan yang sama
2) Bridge dapat memetakan alamat Ethernet dari setiap
node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan
proses pengiriman data yang diperlukan oleh bridge.
3) Dapat menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika
segmennya sama paket akan ditolak apabila segmennya berbeda akan diteruskan ke
segmen tujuanya.
4) Dapat mencegah pesan rusak untuk tak menyebar keluar
dari satu segmen.
Ø Kekurangan Bridge
Tidak memperbolehkan melakukan proses pengiriman
selain proses pengiriman data yang dibutuhkan oleh bridge dan tidak dapat
menentukan segmen dan sumber jika segmenya sama.
Ø Cara kerja Bridge
Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau
titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan
lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket,
bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan
ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket paket diteruskan ke segmen tujuan.
Dengan demikian bridge juga mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar
dari satu segmen.
Bridge bekerja pada lapisan physical layer dan data
link layer, sehingga akan mempengaruhi unjuk kerja LAN bila sering terjadi
komunikasi sistem yang berada di LAN yang berbeda yang terhubung oleh Bridge.
4. Router
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang
mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya,
melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada
lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol
tujuh-lapis OSI.Berfungsi agar data sampai ke tempat tujuan pada jaringan
sesuai yang dikehendaki.
Ø Fungsi Router
Fungsi utama dari setiap router adalah untuk
menghubungkan 2 jaringan atau lebih agar dapat mendistribusikan paket data dari
satu jaringan ke jaringan lainnya.
Secara lengkap, adapun beberapa fungsi router adalah
sebagai berikut:
1) Router berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan
sehingga user dapat mengirimkan paket data dari suatu jaringan ke jaringan
lainnya. Proses koneksi tersebut yaitu dengan mendistribusikan IP address
kepada setiap komputer dalam jaringan, baik secara statis ataupun dengan DHCP
(Dynamic Host Configuration Procotol).
2) Fungsi router berikutnya adalah untuk mentransmisikan
informasi atau data dari suatu jaringan menuju jaringan yang lain dimana sistem
kerjanya mirip seperti Bridge (jembatan jaringan).
3) Fungsi router yang lainnya adalah untuk menghubungkan
suatu jaringan lokal dengan koneksi DSL (Digital subscriber line) atau yang
lebih dikenal dengan DSL router.
Ø Ciri-ciri Router
1) Bentuk fisik lebih besar daripada switch.
2) Harga dan
perawatan lebih besar daripada switch.
3) Memiliki fitur untuk menentukan rute-rute spesifik
yang biasa dilalui oleh sebuah paket data yang ditransmisikan di dalam sebuah
jaringan.
4) Router bisa dalam pembagian jaringannya menggunakan
topologi star. Tetapi akan lebih optimal jika menggunakan topologi tree.
5) Area dari sebuah jaringan yang menggunakan router
biasanya berada dalam radius lokal yang lebih luas, seperti jaringan MAN dan
WAN, dan jaringan internet.
6) Pada proses transmisi data, ruter akan mentransmisikan
paket data dan juga informasi yang berasal dari server dengan menggunakan tabel
routing terlebih dahulu.
Ø Kelebihan Router
Dapat menyaring proses data dan dapat membagi jaringan
menjadi beberapa subnet sehingga hanya proses yang ditujukan untuk IP address
tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lainya.
Ø Kekurangan Router
Setiap proses pengiriman data harus menggunakan IP
address.
Ø Cara kerja Router
1) Sebuah komputer client melakukan pengaksesan informasi
terhadap sebuah server
2) Server akan merespon dengan cara mentransmisikan
informasi dan paket data
3) Paket data dan juga informasi akan diteruskan melalui
sebuah kabel jaringan, atau bisa melalui konektivitas wireless alias nirkabel
4) Sebelum mencapai lokasi receiver, alias komputer
client, maka paket data dan informasi tersebut akan ‘mampir’ terlebih dahulu di
dalam perangkat router.
5) Router kemudian akan mendefinisikan jalur dan rute
tercepat mana yang bisa dilewati oleh paket data dan juga informasi tersebut
agar bisa sampai di komputer client tepat waktu.
5. Access Point
Access point adalah sebuah perangkat dalam jaringan
komputer yang dapat menciptakan jaringan lokal nirkabel atau WLAN (Wireless
Local Area Network). Access point akan dihubungkan dengan router atau hub atau
switch melalui kabel Ethernet dan memancarkan sinyal wifi di area tertentu. Untuk
dapat terhubung dengan jaringan lokal yang telah dikonfigurasikan tersebut,
perangkat harus melalui access point.
Access point terdiri dari antenna dan transceiver, dan
bertindak sebagai pusat pemancar dan penerima sinyal dari dan untuk client
server. Access point tidak dapat mengatur aliran data seperti router, access
point hanya akan menyambungkan atau tidak menyambungkan suatu perangkat yang
mencoba untuk terhubung dengan jaringan, berdasarkan benar atau tidaknya
password yang diberikan pengguna perangkat.
Misalkan anda ingin menyediakan akses wifi di ruang
kerja atau kamar anda, namun router yang anda miliki di rumah tidak menjangkau
area tersebut, maka anda bisa memasang access point. Dengan access point,
jumlah perangkat yang terhubung dengan jaringan akan jauh lebih banyak. Namun
anda juga tetap dapat membatasi siapa yang dapat terhubung, sebab pengguna
harus mengetahui password yang diminta access point untuk dapat masuk ke
jaringan lokal anda.
Ø Fungsi Access Point
Access point berfungsi untuk mengizinkan atau menolak
perangkat yang memiliki akses wifi (misalnya laptop, PDA, smartphoe, dkk) untuk
terhubung dengan jaringan lokal yang sama.
Secara lebih rinci, access point memiliki fungsi
sebagai berikut:
1) Untuk memancarkan atau mengirimkan sinyal koneksi data
dan internet melalui gelombang radio. Semakin baik kekuatan sinyal access
point, maka area jangkauannya pun akan semakin luas. Ukuran sinyal biasanya di
tuliskan dalam satuan dBm atau mW.
2) Sebagai Hub, access point akan menghubungkan jaringan
lokal yang menggunakan kabel dengan jaringan nirkabel atau wireless.
3) Untuk mengatur agar access point berfungsi sebagai
DHCP (Dynamicc Host Configuration Protocol) Server. Dengan demikian, secara
otomatis access point akan dapat memberikan IP Adrees untuk setiap perangkat
yang terhubung.
4) Untuk mengatur akses yang didapatkan suatu perangkat.
Akses tersebut diatur berdasarkan MAC Address (Media Access Control) yang
merupakan identifikasi unik yang dimiliki oleh network card perangkat.
5) Untuk menerapkan fitur keamanan Wired Equivalent
Privacy atau WEP dan Wi-Fi Protected Access atau WAP. WEP atau yang sering
disebut Shared Key Autenthication, merupakan metoda pengamanan jaringan
nirkabel (wireless) dengan otentifikasi kecocokan kunci yang di berikan client
pada access point. Sedangkan WAP merupakan metoda keamanan yang dibuat untuk
melengkapi metoda WEP dengan menambahkan decryption.
Ø Kelebihan Access Point
1) Untuk sistem AP dengan melayani banyak pc tentu lebih
mudah pengaturan dan komputer client dapat mengetahui bahwa disuatu ruang ada
sebuah hardware.
2) Bila menggunakan hadware khusus
3) Ini keuntungan yang terakhir sistem security pada
model AP lebih terjamak
Ø Kekurangan Access Point
Jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2
yakni kekurangan pada konfigurasi dan kekurangan pada jenis enkripsi yang
digunakan WEP.
Ø Cara kerja Access Point
Access point bekerja saat ada perangkat yang mencoba
mengakses jaringan. Biasanya pada layar smartphone akan muncul tampilan yang
berisi permintaan pengisian sandi. Selanjutnya access point akan mengatur agar
perangkat tersebut bisa terhubung dengan cara mencocokan apakah sandi yang
dimasukan ke access point sudah benar atau belum. Apabila sandi yang dimasukan
sudah tepat maka akan memberikan alamat IP ke
perangkat supaya bisa terhubung ke jaringan. Access point menyediakan
koneksi antara jalur data sinyal RF (Radio Frekuensi) yang dibentuk oleh wifi
dengan jalur data elektrik pada kabel ethernet.
NIC (Network Interface Card) atau lebih akrab
dipanggil LAN Card merupakan perangkat keras jaringan yang berbentuk seperti
kartu, dimana fungsi utamanya adalah menghubungkan dua atau lebih komputer /
perangkat komputer guna melakukan pertukaran data.
Perangkat ini dapat dihubungkan dengan jaringan
komputer menggunakan alamat MAC. Dengan adanya perangkat ini, setiap komputer
bisa terhubung dengan jaringan yang dimaksud. Bentuk LAN Card yang sedemikian
itu menjadikannya mirip seperti kartu kredit. Ada beberapa tipe LAN Card yang
banyak ditemui, misalnya PCMCIA Card yang dapat digunakan di laptop.
Ø Fungsi LAN Card :
1) Mewujudkan koneksi fisik bagi masing-masing komputer.
Keberadaan LAN Card ‘dapat menyatukan’ semua komputer dalam satu jaringan
tertentu. Di saat yang sama, LAN Card bekerja dengan cara membukakan ‘pintu’
bagi semua komputer yang ingin dihubungkan dengan jaringan tersebut.
2) Menyediakan saluran data. LAN Card tak hanya dengan
membukakan pintu bagi masing-masing komputer yang terhubung, tapi juga memberi
jalan keluar atas aliran data antar komputer.
Ø Kelebihan LAN Card :
1) Mobilitas dan Produktivitas Tinggi,WLAN memungkinkan
client untuk mengakses informasi secara realtime sepanjang masih dalam jangkauan
WLAN, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas. Pengguna bisa
melakukan kerja dimanapun ia berada asal dilokasi tersebut masuk dalam coverage
area WLAN.
2) Kemudahan dan kecepatan instalasi, karena
infrastrukturnya tidak memerlukan kabel maka instalasi sangat mudah dan cepat
dilaksanakan, tanpa perlu menarik atau memasang kabel pada dinding atau lantai.
Fleksibel, dengan teknologi WLAN sangat memungkinkan untuk membangun jaringan
pada area yang tidak mungkin atau sulit dijangkau oleh kabel, misalnya
dikota-kota besar, ditempat yang tidak tersedia insfrastruktur kabel.
Menurunkan biaya kepemilikan, dengan satu access point sudah bisa mencakup
seluruh area dan biaya pemeliharaannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan
seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel)
Ø Kekurangan LAN Card :
1) Biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan
dengan mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga
dapat menekan biaya jaringan)
2) Delay yang
besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak
sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik
antena diversity, teknik spread spectrum dll)
3) Kapasitas jaringan menghadapi keterbatasan spektrum
(pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien
dengan bantuan bermacam-macam teknik seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan
keamanan data (kerahasiaan) kurang terjamin.
Ø Cara kerja LAN Card :
Dua atau lebih komputer tidak akan dapat terhubung
satu sama lain jika tidak menggunakan perangkat jaringan, semisal LAN Card.
Perangkat keras ini menghubungkan tiap komputer ke jaringan dengan menggunakan
alamat MAC. Kinerja LAN Card tidak lepas pengaruhnya dari OSI (Open System
Interconnectioons). OSI ini merupakan model teoretis di sebuah jaringan
komputer, dan terdiri dari 7 lapisan.
Dua lapisan pertama OSI merupakan lapisan fisik dan
juga lapisan data link. Masing-masing lapisan OSI memungkinkan lapisan lain
untuk tetap independen. Upaya meng-upgrade atau mengganti satu layer tidak akan
mempengaruhi independensi lapisan lain. Hal ini berarti bahwa jika ada
perangkat yang menggantikan LAN card, elemen komputer lainnya, seperti
protokol, tidak akan berubah.
Fungsi data link dari LAN Card lah yang menyediakan fasilitas
penerimaan data biner dari jaringan pada tataran perangkat keras. LAN Card
dapat mengenali aliran ini dan bahkan mampu memeriksa kesalahan yang ada.
Ketika seorang pengguna komputer yang terhubung dengan jaringan menyalakan
komputernya, maka akan terlihat 2 (dua) buah lampu: Satu berwarna hijau, dan
satunya lagi berwarna jingga. Lampu jingga akan terus menyala ketika lapisan
data link dihubungkan. Hal ini mengindikasikan bahwa kabel tersebut bekerja,
ada jaringan dan terdapat aliran data. Adapun lampu kedua, yakni lampu hijau,
akan muncul begitu lapisan berikutnya diaktifkan.
7. Repeater
Repeater adalah alat jaringan kpmputer yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal yang berasal dari server agar bisa menangkap sinyal WIFI. Perangkat Repeater harus ada 2 (dua) alat, yaitu untuk menerima sinyal dari server (CLIENT) dan untuk menyebarkan lagi sinyal WIFI (accespoint), atau bisa juga sebagai alat penguat sinyal.
Ø Fungsi Repeater :
1) Untuk mengover daerah-daerah yang sinyanlnya lemah
dari Server (pemancar).
2) Untuk memperjauh jangkauan sinyal dari Server
(pemancar).
3) Untuk mempermudah akses sinyal WIFI yang berasal dari
Server.
Ø Kelebihan Repeater :
1) Sebuah digital perangkat yang memperkuat, membentuk
ulang, atau melakukan kombinasi dari salah satu fungsi pada sinyal input
digital untuk transmisi ulang.
2) Karena repeater bekerja dengan sinyal fisik yang
sebenarnya, dan jangan mencoba untuk menginterpretasikan data yang di kirim.
3) Dapat memperkuat sinyal.
4) Repeater bekerja pada lapisan fisik, di lapisan
pertama dari model OSI.
5) Sebuah analog perangkat yang memperkuat input sinyal
terlepas dari alam (analog atau digital).
Ø Kekurangan Repeater :
1) Tembaga untuk serat
2) Khusus terhubung media yang berbeda
3) Memperpanjang jarak fisik jaringan
4) Repeater harus di tempatkan di tempat yang tinggi.
Ø Cara kerja Repeater :
Untuk hal ini fungsi repeater yaitu untuk
menyebarluaskan jangkuan jaringan Wifi, hal ini dapat dijalankan dengan cara
menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan
kembali, sinyal itu sudah masuk ke repeater yang dikuatkan terlebih dahulu
dengan kedua komponen dasarnya yang bertugas untuk menerima data sinyal dari
transmitter dan yang kedua memancarkan kembali data sinyal itu.
Sesudah menerima data sinyal dari transmitter,
repeater akan menjalankan perubahan frekuensi menjadikan bisa mengeluarkan
manfaat untuk sinyal data yang dipancarkan dapat menjadi lebih kuat. Untuk itu
sinyal juga akan menjadi lebih kuat dan mempunyai cakupan yang lebih luas.
Proses seperti itu, repeater mempunyai dua sistem yang sering dipakai, sistem
repeater dalam jaringan dinamakan dengan analog repeater dan digital repeater.
Makna dari analog repeater yaitu sistem repeater yang
mengirimkan sinyal data berupa data analog. Analog repeater mengkonsumsi daya
listrik sesuai dengan amplitudo atau besaran yang dikirimkan. Sedangkan untuk
digital repeater mengirimkan sinyal data berupa bentuk digital. Data seperti
itu dikirimkan berupa binary dengan diwakili oleh angka 1 dan 0 dan serta ada
proses tambahan.
8. Modem
Modem adalah (Modulator Demodulator) yaitu perangkat
yang berfungsi mengubah sinyal analog ke sinyal digital atau sebaliknya.
Ø Fungsi Modem
Modem merupakan sebuah perangkat keras (hardware) yang
berfungsi untuk komunikasi dua arah yang dapat merubah sinyal digital menjadi
sinyal analog begitupun sebaliknya untuk mengirimkan pesan/data ke alamat yang
dituju. Atau lebih singkatnya adalah sebagai perantara untuk menghubungkan
komputer kita ke jaringan internet.
Ø Kelebihan Modem :
·
Kelebihan
dari modem internal :
1) Modem ini terpasang langsung dengan slot yang ada di
dalam motherboard sebagai penggunaan mdoem jenis ini tidak memerlukan tempat
khusus.
2) Tidak memerlukan adaptor karena kebutuhan daya listrik
sudah disediakan oleh komputer itu sendiri.
3) Penggunaan modem ini lebih berkesan ringkas, praktis,
dan rapi karena tidak adanya kabel-kabel yang melintang.
4) Harganya lebih murah.
·
Kelebihan
dari modem eksternal :
1) Tidak perlu slot ekspansi yang digunakan sehingga slot
ekspansi tersebut dapat digunakan untuk hardawre atau komponen lainnya.
2) Mudah untuk dipindah-pindahkah sehingga dapat dibawa
dan digunakan untuk komputer lainnya.
3) Dilengkapi dengan lampu indikator sehingga kita dapat melihat
dengan langsung kinerja dari modem.
4) Panas yang terjadi pada modem tidak memengaruhi atau
menambah panasnya komponen atau hardware lainnya, karena menggunakan adaptor
sehingga sumber tegangannya terpisah dengan komponen atau hardware yang ada
pada motherboard.
5) Installasi lebih mudah karena biasanya hanya cukup
dengan memasang kabel ke modem dan port seri di komputer serta memasang adaptor
dan hubungan ke saluran telepon.
Ø Kekurangan Modem :
·
Kekurangan
Modem Eksternal :
1) Modem ini memerlukan tempat untuk meletakkannya
walaupun kecil.
2) Penggunaan modem ini terkesan tidak praktis dan tidak
rapi karena banyaknya kabel yang digunakan.
3) Harganya lebih mahal.
·
Kekurangan
Modem Internal :
1) Lebih sulit pada installasinya. Hal ini di sebabkan
karena port seri built-in yang dapat bertentangan dengan port seri yang sudah
di install di motherboard atau komponen/hardware lainnya.
2) Lebih sulit untuk menentukan kondisi modem karena
tidak adanya lampu indikator yang dimiliki modem.
3) Panas yang terjadi pada modem akan menambah panas pada
komponen hardware lainnya karena daya listrik diperoleh dari power supply pada
komputer. Hal ini bisa mempercepat kerusakkan pada hardware lainnya.
4) Mengorbankan sebuah slot pada mainboard sehingga akan
berkurang slot yang akan digunakan untuk hardware lainnya.
Ø Cara kerja Modem :
Dalam penggunaannya, modem bertugas merubah data dalam
bentuk analog dan digital. Saat komputer disambung ke kabel telepon untuk
kemudian digunakan berinternet, jika komputer kita akan mengupload/mengirim
data, maka informasi/data dari komputer dalam bentuk digital akan diubah oleh
modem menjadi bentuk analog untuk dikirim melalui kabel telepon atau media
lainnya.
Saat data/informasi analog tadi sampai ke komputer
tujuan, maka modem yang ada pada komputer tujuan akan mengubah kembali bentuk
data tersebut (analog) menjadi bentuk digital sehingga bisa diproses oleh
komputer tujuan tadi.
Begitu pula saat kita men-download data/file, data
tersebut merupakan data analog saat berada pada kabel telepon, namun saat masuk
ke komputer kita, modem akan seketika mengubahnya menjadi bentuk digital agar
bisa ditampilkan. Hal inilah yang memungkinkan komputer-komputer di internet di
berbagai belahan dunia bisa berinteraksi satu sama lain.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar